Binomo Haram: Hukum Trading dalam Islam


Islam merupakan agama yang tidak hanya mencakup ibadah-ibadah ritual, tapi juga berbagai aktivitas sosial. Berniaga atau berdagang merupakan aktivitas sosial yang berpengaruh pada hajat hidup orang banyak. Tidak heran bila Islam juga memiliki tuntunan tentang perdagangan.


Sebagai negara dengan mayoritas muslim, tak heran bahwa trading di Indonesia bersinggungan dengan hukum Islam. Para trader yang beragama Islam sering kali bertanya-tanya tentang hukum trading dalam Islam. Apakah haram atau boleh?


Nah, pada artikel ini kita akan mengulas singkat pandangan Islam terhadap trading. Apa saja yang diperbolehkan? Apa saja yang dilarang? Bagaimana kaitannya dengan Binomo?

Fatwa MUI

Fatwa MUI

Sumber: Majelis Ulama Indonesia

Sebagai agama yang luas dan kompleks, memahami tafsir sumber-sumber hukum Islam membutuhkan ilmu khusus. Oleh karena itu, umat Islam biasanya merujuk pada otoritas keagamaan tertentu. Di Indonesia, selain pemerintah, umat Islam biasanya merujuk kepada MUI.


MUI atau Majelis Ulama Indonesia adalah organisasi yang melakukan kajian dan memberi anjuran/fatwa terkait ajaran Islam. Fatwa yang dikeluarkan beragam, mulai dari urusan ibadah hingga muamalah. Lalu apakah ada fatwa MUI tentang trading?


Rupanya persoalan mengenai trading forex sudah pernah difatwakan pada Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 28/DSN-MUI/III/2002 tentang Jual Beli Mata Uang (Al-Sharf). Fatwa tersebut diterbitkan pada tanggal 14 Muharram 1423 H atau 28 Maret 2002.


Dalam fatwa tersebut, MUI menjelaskan bahwa pdaa dasarnya transaksi jual beli mata yang diperbolehkan dengan empat ketentuan umum:

  • Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)
  • Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan)
  • Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh)
  • Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.

Apabila tidak memenuhi ketentuan-ketentuan tersebut, berarti bisa dikatakan tidak boleh atau haram.


Hukum Trading Berdasarkan Jenis Transaksi

Hukum Trading Berdasarkan Jenis Transaksi

Selain menentukan empat ketentuan umum, dalam fatwa tersebut MUI juga membagi hukum trading berdasarkan jenis transaksinya. Ada empat jenis transaksi yang dibahas, yaitu spot, forward, swap, dan option.


Spot

Transaksi spot berarti transaksi pembelian dan penjualan valas untuk penyerahan pada saat itu atau penyelesaiannya paling lambat dua hari. Transaksi yang dilakukan dengan cara ini hukumnya boleh.


Forward

Pada transaksi forward, nilai dari transaksi pembelian dan penjualan ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang antara 2 x 24 jam hingga satu tahun. Hukum dari forward adalah haram, sebab harga pada waktu penyerahan belum tentu sama dengan nilai yang disepakati.


Meski begitu, terdapat pengecualian. Apabila dilakukan untuk kebutuhan yang tidak dapat dihindari maka diperbolehkan. Misalnya dilakukan oleh negara untuk kepentingan atau hajat hidup orang banyak.


Swap

Transaksi swap merupakan penggabungan antara transaksi spot dan forward. MUI menetapkan hukum trading yang menggunakan transaksi swap sebagai haram karena mengandung unsur maisir atau spekulasi.


Pada transaksi semacam ini, spekulasi muncul karena pembeli tidak bisa memastikan secara langsung sifat, harga, dan jenis barang yang dibelinya. Ada pula unsur bai’ul ma’dum (jual beli barang yang belum ada), bai’ul juhalah (jual beli barang yang tidak diketahui), bai’ul muwa’adah (jual beli barang yang dijanjikan) yang dilarang.


Option

Transaksi option yang dimaksud di sini adalah kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valas pada harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu.

MUI berpendapat bahwa transaksi sejenis ini adalah haram karena di dalamnya terdapat unsur maisir (spekulasi).

Pada fatwa MUI tersebut memang hanya empat jenis transaksi yang dibahas. Namun dengan merujuk pada keempat ketentuan yang mendasarinya, kita bisa memperkirakan hukum pada transaksi-transaksi derivatif lainnya.


Apakah Binomo Haram?

Apabila merujuk pada fatwa MUI, kita dapat melihat bahwa hukum yang diberikan adalah terhadap jenis-jenis transaksinya. Sementara itu Binomo, seperti halnya broker lainnya, adalah platform yang memfasilitasi berbagai transaksi tersebut.


Oleh karena itu, apabila transaksi trading forex yang Anda lakukan melalui Binomo dapat memenuhi keempat syarat umum yang dijabarkan MUI, maka bisa menjadi diperbolehkan. Namun bila tidak memenuhi ketentuan-ketentuan tersebut maka hukumnya haram.


Salah satu faktor penyebab haramnya transaksi yang paling sering terjadi adalah karena adanya unsur maisir atau spekulasi. Unsur ini yang menjadikan sebuah transaksi berubah menjadi ajang perjudian.

Oleh karena itu, hindari menggunakan Binomo sebagai ajang tebak-tebakan semata. Dalam online trading, terdapat strategi trading, analisis teknis dan analisis fundamental yang perlu dilakukan.