Olymp Trade Halal atau Haram

Enter your text here...


Dengan semakin mudahnya akses internet, minat terhadap online trading di Indonesia pun meningkat pesat. Masyarakat semakin terekspos dengan platform trading, salah satunya adalah Olymp Trade. Muncullah pertanyaan apakah Olymp Trade halal atau haram.


Pertanyaan ini sebenarnya wajar, apalagi bila disampaikan di Indonesia yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia. Muslim yang taat tentunya berusaha agar setiap aktivitasnya sejalan dengan ajaran agama Islam, termasuk dalam trading atau berdagang.


 Untuk mencoba menjawab pertanyaan apakah Olymp Trade halal atau haram, pada artikel ini kita akan membahas beberapa poin, yaitu pandangan Islam terhadap trading, fatwa MUI, dan kaitannya dengan Olymp Trade.

Islam dan Perdagangan

Islam dan Perdagangan

Apabila kita lihat secara harfiah, trading dapat diartikan sebagai kegiatan bertukar sesuatu atau berdagang. Oleh karena itu, kita dapat menarik hubungan yang erat antara Islam dan perdagangan secara luas.


Jazirah Arab sebagai tempat diturunkannya agama Islam memiliki budaya perdagangan yang kuat. Rasulullah Muhammad SAW juga pernah berkiprah sebagai pedagang pada masa mudanya dan memiliki reputasi yang sangat baik.


Melihat sejarah tersebut, tak heran jika agama Islam memiliki kaitan erat dengan perdagangan. Bahkan, banyak aspek dalam ajaran Islam yang diumpamakan dengan terminologi perdagangan, misalnya jual-beli, untung-rugi, dan sebagainya. Sebagai konsekuensi, Islam juga memiliki tata nilai dan aturan tentang perdagangan.


Salah satu prinsip utama Islam tentang perdagangan adalah “menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. Hal ini tercantum dalam surat At-Taubah ayat 11. Selain itu terdapat juga perintah untuk menjauhi perbuatan judi dan mengundi nasib pada surat al-Maidah ayat 90.


 Prinsip-prinsip tersebut kemudian melahirkan mazhab dalam ekonomi yang dikenal sebagai ekonomi syariah. Pemahaman ini terus dikembangkan dalam berbagai sektor, misalnya jual-beli, perbankan, asuransi, dan investasi. Trading forex pun tak terkecuali.

Hukum Trading Forex dan Binary Options

Hukum Trading Forex dan Binary Options

Kita telah membahas kaitan Islam dan perdagangan secara umum. Namun kalau berbicara “trading” dalam konteks Olymp Trade, tentu yang dimaksud adalah trading forex dan binary/digital options. Lalu bagaimana hukum trading forex dan binary options menurut Islam?


Ada banyak penafsiran dan pandangan akan hal ini. Namun bila berbicara dalam konteks Indonesia, kita dapat melihat pendapat organisasi yang paling banyak dirujuk di Indonesia, yaitu Majelis Ulama Indonesia. Meski bukan otoritas yang mengikat, tetapi fatwa-fatwa dari MUI memiliki pengaruh besar terhadap umat Islam di Indonesia.


Sebagaimana yang telah kita bahas pada artikel lain, dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 28/DSN-MUI/III/2002, MUI telah memberikan pendapat tentang jual-beli mata uang (al-sharf). Jual beli mata uang (juga termasuk komoditas lainnya) diperbolehkan selama memenuhi syarat berikut:

  • Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)
  • Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan)
  • Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh)
  • Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.
Berdasarkan itu, hukum trading forex dapat dikelompokkan berdasarkan jenis transaksinya. Transaksi yang diperbolehkan adalah jenis Spot. Transaksi Swap dan Option diharamkan karena mengundung unsur maisir (spekulasi). Sementara itu, transaksi Forward diharamkan, kecuali bila dilakukan untuk hajat hidup orang banyak.


Unsur maisir atau spekulasi menjadi penyebab utama banyaknya trading yang diharamkan. Hal ini disebabkan oleh identiknya trading, terutama binary option, dengan aktivitas perjudian. Bahkan di beberapa negara yang melegalkan perjudian, binary options dipandang sebagai judi dan dilisensi oleh Gambling Commission.


Meski begitu, pada negara-negara lain binary option juga diatur oleh otoritas keuangan. Hal ini karena binary option juga memerlukan analisis teknis dalam menentukan pilihannya sehingga tidak sepenuhnya perjudian. Semua itu tergantung bagaimana Anda menarik garis batas antara judi dan investasi.

xt here...

Fatwa MUI dan Olymp Trade

Fatwa MUI dan Olymp Trade

Setelah mengetahui pandangan Islam terhadap perdagangan dan fatwa MUI terhadap trading, sekarang kita dapat membandingkannya terhadap platform Olymp Trade. Apakah Olymp Trade dapat digunakan tanpa bertentangan dengan kedua hal tersebut?


Seperti yang kita ketahui bahwa pada Olymp Trade terdapat dua jenis trading, yaitu binary option (fixed time) dan Forex. Sebagaimana fatwa MUI, binary option dapat dikategorikan haram karena di dalamnya terdapat unsur maisir atau spekulasi yang besar.


Sementara itu, trading Forex pada Olymp Trade dapat pula dikategorikan haram apabila di dalamnya menggunakan transaksi Swap. Oleh karena itu, sebagian trader mencoba melakukan trading forex dengan menghindari Swap dan hanya menggunakan Spot.


Transaksi Forex di Olymp Trade dapat dilakukan tanpa batas waktu. Memang, ada biaya untuk trade yang overnight, tetapi biaya tersebut sudah diketahui sebelumnya. Anda pun bisa membeli atau menjual Forex tanpa mempertimbangkan unsur spekulasi.


Dapat disimpulkan bahwa untuk trading secara halal di Olymp Trade memang membutuhkan usaha ekstra. Tidak mudah menghindari hal-hal yang dilarang ajaran Islam pada trading dewasa ini. Oleh karena itu, sebagian ulama menganjurkan untuk menghindarinya sama sekali. Namun, semua kembali kepada Anda masing-masing.